CREATIVE, VFX & RENDERING INFRASTRUCTURE

Workstation & Server untuk Studio VFX dan Motion Graphics Indonesia

Timeline 4K yang lag, render After Effects yang makan waktu semalam, GPU yang tidak cukup untuk Cinema 4D — semua masalah ini solvable dengan spesifikasi yang tepat. Kami building workstation dan server yang sesuai dengan workflow kreatif profesional Anda.

Masalah yang Familiar untuk Studio VFX dan Motion Graphics

Kalau Anda bekerja dengan DaVinci Resolve, After Effects, Cinema 4D, atau Blender, ini probably resonate.

Timeline 4K lag meskipun sudah proxy

DaVinci Resolve atau Premiere Pro lag saat playback multi-track 4K. Proxy membantu, tapi kualitas preview turun dan ada workflow overhead. Deadline mendekat, tapi workstation tidak cooperates.

After Effects RAM preview makan memori habis

After Effects dengan banyak pre-comp dan plugin efek seperti Optical Flares, Particular, atau Element 3D makan RAM besar. 32GB terasa cukup sampai Anda add satu lagi pre-comp — lalu semuanya crash.

Render Cinema 4D/Blender makan waktu semalam

Cinema 4D dengan Physical Sky dan banyak scattering, atau Blender Cycles dengan 256 samples — masing-masing frame makan 5-10 menit. Project dengan 500+ frame berarti render 2-3 hari. Iterasi jadi terbatas karena waktu render.

Solusi TCS untuk Studio VFX dan Motion Graphics

Setiap solusi di-mapping ke masalah spesifik workflow kreatif. Bukan satu-size-fits-all.

Workstation untuk Editing & VFX

Dirancang untuk editor video dan motion graphics yang kerja dengan DaVinci Resolve, Premiere Pro, After Effects, Cinema 4D. Spesifikasi yang disesuaikan untuk handle timeline 4K/8K tanpa proxy.

Contoh Spesifikasi:

Intel Core i9-14900K | NVIDIA RTX 4080 Super 16GB | RAM 128GB DDR5 | Samsung 990 Pro 2TB | Windows 11 Pro

Render Server untuk Studio VFX

Build khusus untuk studio VFX yang sering rendering Cinema 4D, Blender, 3ds Max, atau Maya. GPU powerful dan cooling yang memadai untuk run render panjang tanpa throttling.

Contoh Spesifikasi:

AMD EPYC 9354 32-core | NVIDIA RTX 4090 24GB | RAM 256GB DDR5 ECC | Samsung 990 Pro 4TB | Ubuntu 22.04 LTS

NAS Storage untuk Asset Library Kreatif

Penyimpanan terpusat untuk footage 4K/8K, project files, dan asset library. Tim bisa akses file langsung dari network — tidak perlu copy-paste antar drive. Concurrency yang bisa handle multiple editors simultaneous.

Contoh Spesifikasi:

NAS 8-bay dengan 8x 4TB WD Red Plus | RAID 6 configuration | 10GbE network | Setup di lokasi + konfigurasi akses

Mengapa On-Premise untuk Pekerjaan Creative, VFX & Rendering?

Tiga alasan yang kami dengar consistently dari studio kreatif dan VFX yang menjadi client kami.

Keamanan Asset Kreatif

Footage 4K/8K dan project files adalah aset studio. Simpan di server sendiri — tidak ada upload ke cloud pihak ketiga. Critical untuk studio yang kerja dengan footage client yang confidential.

Rendering Konsisten Tanpa Quota

Render 500+ frame untuk motion graphics? Butuh waktu 2-3 hari. On-premise give you consistent performance — tidak ada cloud quota limit, tidak ada internet dependency, tidak ada surprise biaya di akhir bulan.

Workflow Offline untuk lokasi shoot

Tim yang sering kerja on-location atau di kantor client tidak selalu punya internet stabil. On-premise infrastructure memberikan workflow yang tidak depend on cloud — semua asset accessible locally.

Contoh Spesifikasi — Bukan Harga Tetap, Sesuaikan dengan Konsultasi

Ini example configurations untuk memberi Anda gambaran. Spesifikasi final ditentukan setelah konsultasi — karena setiap workflow kreatif itu berbeda.

Mid-Range

Untuk motion graphics dan editing profesional

Cocok untuk studio yang fokus pada motion graphics, social media content, atau editing video komersial. Masih bisa handle project moderate complexity dan render standard.

Spesifikasi Hardware

  • CPU: Intel Core i7-14700K (20 cores, up to 5.6GHz)
  • RAM: 64GB DDR5-5600 (2x32GB)
  • GPU: NVIDIA RTX 4070 Ti Super 16GB
  • Storage: 1TB Samsung 990 Pro + 4TB Seagate IronWolf NAS
  • OS: Windows 11 Pro

Cocok Untuk

DaVinci Resolve 4K timelineAfter Effects dengan 10+ pre-compCinema 4D standard renderPremiere Pro multicam editing

Starts from Rp 28.000.000

High-End

Untuk studio VFX dan rendering intensif

Build untuk studio yang sering handle proyek cinema-grade, VFX composition, atau rendering 3D dengan banyak efek. Bisa handle 8K timeline dan ratusan frame render per jam.

Spesifikasi Hardware

  • CPU: AMD EPYC 9354 32-core (128 threads, 3.25GHz base)
  • RAM: 128GB DDR5-4800 ECC (4x32GB)
  • GPU: NVIDIA RTX 4090 24GB (untuk Cinema 4D/Blender acceleration)
  • Storage: 2TB Samsung 990 Pro + 16TB RAID storage
  • OS: Windows 11 Pro + Ubuntu 22.04 LTS (dual boot option)

Cocok Untuk

DaVinci Resolve 8K timelineAfter Effects RAM preview intensiveCinema 4D Physical Sky + scatteringBlender Cycles 256+ samplesMulti-user concurrent render

Starts from Rp 95.000.000

Butuh konfigurasi custom untuk studio kreatif Anda? Diskusikan dengan tim kami — gratis.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Cara Kerja Kami

Tiga langkah untuk mendapatkan workstation yang sesuai untuk studio kreatif Anda.

01

Konsultasi Workflow Kreatif

Kami tanya software yang digunakan, resolusi typical, jumlah tim, dan metode penyimpanan asset yang berjalan saat ini. Ini penting untuk menentukan spesifikasi yang pas.

02

Proposal Spesifikasi

Dapat proposal detail: component list, harga breakdown per komponen, dan alasan kami merekomendasikan konfigurasi ini untuk workflow kreatif Anda.

03

Build & Testing

Assembly dan testing 48 jam sebelum serah terima. Kami benchmark performa dengan software kreatif yang Anda gunakan — DaVinci Resolve, After Effects, Cinema 4D, atau yang lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa RAM yang dibutuhkan untuk DaVinci Resolve di workstation VFX?

Untuk timeline 4K dengan multiple color grades dan Fusion comps: minimum 64GB, rekomendasikan 128GB. Untuk proyek 8K atau cinema-grade pipeline: 256GB ECC. Kami pernah handle kasus di mana editor pakai laptop 16GB — playback 4K jadi slideshow, upgrade ke workstation 128GB RAM solve masalah langsung.

Workstation atau render farm — mana yang cocok untuk studio saya?

Kalau tim Anda kurang dari 5 orang dan rendering masih dalam hitungan jam, workstation powerful sudah cukup. Kalau tim 5+ dan render bisa makan waktu berhari-hari (Cinema 4D dengan banyak scattering, Blender Cycles dengan banyak bounces), render farm dedicated lebih worthwhile. Kami bantu evaluate dengan pertanyaan: software apa, berapa frame per project, dan deadline.

Apakah on-premise render farm lebih cepat dari cloud rendering?

Untuk rendering jangka panjang (>24 jam per job), on-premise give you consistent performance tanpa internet dependency. Cloud rendering bagus untuk flexibility, tapi biaya accumulative dan ada queue wait time. On-premise lebih murah per-render-hour kalau Anda punya consistent render workload 40+ jam per minggu.

Bagaimana menyimpan asset VFX yang besar tanpa cloud?

Solusinya adalah NAS dengan throughput tinggi. Untuk studio VFX dengan file footage 4K/8K, kami rekomendasikan NAS 10GbE dengan minimum 8 drive bays. Contoh: footage 8K RED RAW 1 menit = ~8GB. Tim 10 orang yang akses simultan butuh storage yang bisa handle 500MB+/detik read/write. NAS on-premise dengan proper configuration memberikan ini.

Apakah TCS bisa setup render farm dari beberapa workstation yang ada?

Ya, kami bisa configure existing workstations sebagai render nodes dengan software seperti Backburner (3ds Max), Render Manager (Cinema 4D), atau Deadline (cross-platform). Ini lebih cost-effective untuk studio yang mau scale render capacity tanpa buy dedicated render hardware. Tapi perlu network infrastructure yang memadai — kami bisa survey dan recommend apa yang perlu diupgrade.

Diskusikan Kebutuhan Workstation Studio VFX dan Motion Graphics Anda

Ceritakan software yang Anda gunakan, resolusi typical, jumlah tim, dan metode penyimpanan asset yang berjalan saat ini. Tidak perlu siap dengan spesifikasi lengkap — kami yang bantu tentukan.

Konsultasi gratis

Response WhatsApp < 4 jam

Garansi 6 bulan + sparepart

Kirim Pesan via Form

Kami biasanya respond dalam 2 jam jam kerja.