ARCHITECTURE & BIM INFRASTRUCTURE
Workstation & Server untuk Arsitek dan Tim BIM Anda
File BIM 1GB+ yang lag, rendering yang makan waktu berhari-hari, tim yang tidak bisa akses file yang sama — semua masalah ini solvable dengan spesifikasi yang tepat. Kami building workstation dan server yang sesuai dengan workflow arsitektur Anda.
Masalah yang Familiar untuk Arsitek dan Tim BIM
Kalau Anda bekerja dengan Revit, ArchiCAD, atau plugin rendering, ini probably resonate.
Revit lag saat model makin besar
File BIM 500MB ke atas jadi norm. Zoom, rotate, dan Pan jadi laggy meskipun spesifikasi workstation看起来 cukup. Deadline mendekat, tapi workstation tidak cooperate.
Rendering makan waktu berhari-hari
Lumion, Enscape, atau V-Ray render makan waktu 6-12 jam per scene.licious karena GPU tidak kuat — arsitek harus tunggu semalam untuk lihat hasil. Iterasi desain jadi terbatas.
File BIM besar tidak bisa di-share ke tim
File 2GB harus kirim via Google Drive atau WeTransfer. Tim di lapangan harus tunggu download. Belum lagi version control yang berantakan — siapa yang punya versi terbaru?
Solusi TCS untuk Arsitektur & BIM
Setiap solusi di-mapping ke masalah spesifik workflow arsitektur. Bukan satu-size-fits-all.
Workstation BIM untuk Arsitek
Dirancang untuk arsitek yang kerja dengan Revit, ArchiCAD, SketchUp, dan plugin rendering. Spesifikasi yang disesuaikan untuk handle model bangunan besar tanpa lag.
Contoh Spesifikasi:
Intel Core i9-14900K | NVIDIA RTX 4080 Super 16GB | RAM 128GB DDR5 | Samsung 990 Pro 2TB | Windows 11 Pro
Render Server untuk Studio Arsitektur
Build khusus untuk studio arsitektur yang sering rendering Lumion, Enscape, atau V-Ray. GPU powerful dan cooling yang memadai untuk run render panjang tanpa throttling.
Contoh Spesifikasi:
AMD EPYC 9354 32-core | NVIDIA RTX 4090 24GB | RAM 256GB DDR5 ECC | Samsung 990 Pro 4TB | Ubuntu 22.04 LTS
NAS Storage untuk Kolaborasi Tim BIM
Penyimpanan terpusat untuk file BIM besar. Tim bisa akses file dari mana saja di kantor — tanpa perlu kirim file via cloud. Version control built-in, concurrent access untuk multiple users.
Contoh Spesifikasi:
NAS 8-bay dengan 8x 4TB WD Red Plus | RAID 6 configuration | 10GbE network | Setup di lokasi + konfigurasi akses
Mengapa On-Premise untuk Pekerjaan Arsitektur & BIM?
Tiga alasan yang kami dengar consistently dari arsitek dan studio yang menjadi client kami.
Keamanan Data Desain
File desain arsitektural adalah aset intelektual perusahaan. Simpan di server sendiri — tidak ada cloud pihak ketiga yang punya salinan. Critical untuk firma arsitektur yang bekerja dengan data client sensitive.
Rendering Tanpa Gangguan
Render 8-12 jam untuk Lumion atau V-Ray. Kalau rely on cloud, latency dan quota limit会影响 hasil. On-premise give you consistent performance — arsitek bisa tinggalkan render overnight dan pagi sudah selesai.
Kolaborasi Tim yang Lancar
Tim BIM 5-10 orang yang kerja di file yang sama butuh storage yang bisa handle concurrent access tanpa corrupt. NAS on-premise dengan proper setup memberikan ini — tidak seperti cloud yang ada limitasi speed dan quota.
Contoh Spesifikasi — Bukan Harga Tetap
Ini example configurations untuk memberi Anda gambaran. Spesifikasi final ditentukan setelah konsultasi — karena setiap workflow arsitektur itu berbeda.
Untuk studio dengan budget Terbatas
Cocok untuk studio arsitektur yang baru mulai atau punya keterbatasan budget tahun ini. Masih bisa handle project moderate complexity dan rendering standard.
Spesifikasi Hardware
- •CPU: Intel Core i7-14700K (20 cores, up to 5.6GHz)
- •RAM: 64GB DDR5-5600 (2x32GB)
- •GPU: NVIDIA RTX 4070 Ti Super 16GB
- •Storage: 1TB Samsung 990 Pro + 4TB Seagate IronWolf NAS
- •OS: Windows 11 Pro
Cocok Untuk
Starts from Rp 28.000.000
Untuk proyek besar dan rendering intensif
Build untuk studio yang sering handle proyek gedung 10+ lantai, BIM coordination dengan banyak discipline, atau rendering high-res untuk client presentation.
Spesifikasi Hardware
- •CPU: AMD EPYC 9354 32-core (128 threads, 3.25GHz base)
- •RAM: 128GB DDR5-4800 ECC (4x32GB)
- •GPU: NVIDIA RTX 4090 24GB (untuk Lumion/V-Ray acceleration)
- •Storage: 2TB Samsung 990 Pro + 16TB RAID storage
- •OS: Windows 11 Pro + Ubuntu 22.04 LTS (dual boot option)
Cocok Untuk
Starts from Rp 95.000.000
Butuh konfigurasi custom untuk studio arsitektur Anda? Diskusikan dengan tim kami — gratis.
Konsultasi Gratis via WhatsAppCara Kerja Kami
Tiga langkah untuk mendapatkan workstation yang sesuai untuk studio arsitektur Anda.
Konsultasi Workflow
Kami tanya software yang digunakan, ukuran file typical, jumlah tim, dan metode kolaborasi yang berjalan saat ini. Ini penting untuk menentukan spesifikasi yang pas.
Proposal Spesifikasi
Dapat proposal detail: component list, harga breakdown per komponen, dan alasan kami merekomendasikan konfigurasi ini untuk workflow arsitektur Anda.
Build & Testing
Assembly dan testing 48 jam sebelum serah terima. Kami benchmark performa dengan software BIM yang Anda gunakan — Revit, ArchiCAD, Lumion, atau yang lain.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa spesifikasi minimum untuk workstation Revit 2025?
Revit 2025 membutuhkan CPU minimal Intel Core i7 atau AMD Ryzen 7, RAM 16GB (rekomendasi 32GB untuk model bangunan 5+ lantai), GPU NVIDIA GTX 1660 atau lebih, dan SSD 512GB. Untuk proyek BIM dengan file 1GB+, kami rekomendasikan RAM 64GB+ dan GPU RTX 4060 ke atas agar zoom, rotate, dan render berjalan tanpa hambatan.
Berapa RAM yang dibutuhkan untuk rendering Lumion di workstation?
Rendering Lumion sangat bergantung pada GPU dan RAM. Untuk scene standard: GPU RTX 4070 + RAM 32GB sudah cukup. Untuk scene kompleks dengan banyak pohon, air, dan figur: GPU RTX 4080/4090 + RAM 64GB. Kami pernah handle kasus di mana arsitek pakai laptop untuk rendering Lumion — 8 jam render jadi 45 menit di workstation kami.
Bagaimana cara tim BIM berbagi file besar tanpa cloud?
Solusinya adalah NAS (Network Attached Storage) di kantor. Dengan NAS 10GbE, tim bisa akses file BIM 2GB langsung dari network tanpa perlu download/upload. Setiap orang kerja di file yang sama (dengan proper version control), tidak ada lagi 'Revit File v7_FINAL_FINAL_ACTUALFINAL.db'.
Apa keuntungan on-premise server untuk studio arsitektur?
Ada tiga keuntungan utama: (1) Keamanan data — file desain adalah aset perusahaan, tidak ada pihak ketiga yang punya salinan. (2) Performa konsisten — rendering 8 jam tidak terganggu internet lag atau cloud quota. (3) Biaya prediktibel — investasi hardware sekali, pakai 5-7 tahun, tidak ada subscription bulanan seperti software cloud.
Apakah TCS bantu setup infrastruktur jaringan untuk studio arsitektur?
Ya. Kami bisa setup entire network infrastructure untuk studio arsitektur: dari NAS, switch 10GbE, cabling, sampai konfigurasi workstation. Khususnya untuk studio yang mau migrate dari cloud storage ke on-premise storage, kami bantu planning dan implementasi agar workflow tim tidak terganggu.
Diskusikan Kebutuhan Workstation Arsitektur & BIM Anda
Ceritakan software yang Anda gunakan, ukuran file typical, jumlah tim, dan metode kolaborasi yang berjalan saat ini. Tidak perlu siap dengan spesifikasi lengkap — kami yang bantu tentukan.
Konsultasi gratis
Response WhatsApp < 4 jam
Garansi 6 bulan + sparepart
ATAU CHAT LANGSUNG
Chat WhatsApp Bandung/Jakarta